Revolusi komunitas vespa

Vespa memang sejenis kendaraan roda dua yang
jumlahnya tidak sebanyak motor empat tak yang lebih modern dan berbodi keren.

Vespa mulanya diidentikkan dengan motor orang tua karena dari segi model vespa tidak terlalu bergaya atau kuno. Vespa seperti sekuter yang tidak pernah disentuh dengan desain teknologi modern. Namun seiring berjalannya waktu pandangan tersebut menjadi berubah ketika ada kalangan yang menaruh perhatian penuh terhadap vespa.

Mereka mempertahankan keeksisan vespa dengan memberi sentuhan
berbeda terhadap bodinya. Berkat ide kreatif dan kemampuan modifikasi yang dibalut ke bodi vespa, ternyata sekuter ini nilainya menjadi bertambah bahkan persepsi kuno vespa beralih menjadi vespa itu antik.

Para creator vespa telah mampu memunculkan vespa dengan berbagai kreasi dan modifikasi sehingga tidak bisa dibilang bahwa pecinta vespa itu sedikit. Di beberapa daerah seperti Jakarta dan Yogyakarta booming vespa lebih terasa. komunitas vespa juga banyak tersebar. Namun, sindrom vespa sudah masuk di Batam dan muncul juga beberapa komunitas pecinta vespa seperti, Batam Sekuter Community, Independen (Nagoya), Dent (Batu Aji) dan sebagainya.

Hingga kini pecinta vespa merebak tanpa melihat siapa kalangan dan profesi. Mulai dari remaja hingga tua. Dari pelajar, pengusaha hingga pejabat pemerintahan. Namun vespa yang digunakan bentuknya sudah berbeda.

Yudi Admaji, Kasubbag Publikasi Bagian Humas Setdako Batam ,
mengaku sudah memakai vespa selama tiga tahun, terkadang kalau cuaca membaik, ia tidak sungkan-sungkan mengiring sekuter antiknya itu ke kantor.

Yudi bercerita bahwa ketika keinginan memiliki vespa kembali muncul setelah bekerja di Batam, ia mencoba menghunting kendaraan tersebut di banyak tempat. “Susah sekali nyari vespa di Batam, mungkin masih langka di Batam
apalagi mencari vespa kuno dengan keluaran tahun yang sudah jauh sebelumnya,” ungkapnya.

Namun berkat kegigihannya dalam mencari informasi, akhirnya ia menemukan vespa di Batam dari temannya yang kebetulan adalah pecinta vespa. Yudi berhasil mendapatkan jenis Vespa Super keluaran tahun 1975. Ia merasa bersyukur sekali karena barang kuno tersebut akhirnya bisa ia miliki apalagi
keluaran lama adalah jenis vespa yang paling dicari.

“Semakin lama keluaran produksi vespa, semakin susah mencarinya. Kalau ada, orang yang punya vespa tersebut belum tentu mau menjualnya karena adanya pandangan barang antik atau kuno itu bernilai tinggi apalagi kalau menjualnya,” jelas Yudi.

Setelah mendapatkan vespa itu, Yudi kemudian melakukan modifikasi. “Dengan vespa saya bisa berkreasi karena tampilannya bisa dimodifikasi sesuka hati. Vespa yang saya dapat itu kembali di cat ulang dan tampilannya menjadi baru kembali. Saya tambahkan asesoris-asesoris uniknya untuk mempertahankan keantikannya, bahkan kemarin saya pernah ngasi motif batik di bodinya.” katanya.

Sejak memiliki vespa dan berkendara ke kantor, tanpa disadari Yudi, pecinta
vespa antic dilingkungan pemerintahan mulai bertambah. “Ternyata di Pemko sudah lumayan yang pakai sekuter ke kantor. Model-model vespa mereka pun cukup unik,” ungkapnya.

Pengalaman dan kesenangan menggunakan vespa Mengendarai vespa cukup menyisakan cerita menarik bagi Yudi. “Dulu pertama kali makai ke kantor, pasti di panggil pak guru atau pak ustadz karena vespa sering digunakan oleh pak guru dan ustazd. Ah, tapi tentunya vespa ini lebih antik dari vespa pak guru dan berbeda dong. Meski demikian panggilan saya sudah beralih ke Yudi vespa,” ujarnya bercanda.

Menggunakan vespa membuat Yudi merasa bangga karena ketika melakukan turing atau berhenti di suatu jalan, keunikan motornya selalu dilirik orang bahkan ada yang terkagum sambil mengangka jempol.

Berkendara dengan vespa juga sangat nyaman. “Kelebihan vespa dibandingkan dengan jenis motor lainnya itu karena sangat nyaman digunakan,
bukan untuk offroad atau balap-balapan. Bisa santailah dengan vespa, istilahnya vespa kendaraan damai. Sehingga kami sering dilibatkan dalam even-even pariwisata” jelasnya. Nilai lebih vespa dibandingkan motor lainnya bagi Yudi adalah dari keantikannya itu, vespa memiliki keantikan yang abadi.

“Saya suka karena keantikannya itu. Vespa juga asyik buat turing, biasanya kami menggelar turing pada hari Minggu dengan gabungan semua komunitas Vespa di Batam. Vespa telah menyatukan hobi dan kebersamaan kami,” ungkapnya.

Jenis vespa dan asesorisnya Vespa ada beberapa keluaran diantaranya keluaran tahun 60-an jenis Congo, tahun 70-an jenis super, tahun 80-an jenis PX, tahun 90-an jenis exel dan tahun 2000-an jenis new PX. “Sebenarnya Vespa banyak model dan jenisnya, tetapi orang lebih banyak yang nyari keluaran lama atau  yang originalnya meskipun sudah ada vespa
yang diproduksi baru bukan bekas seperti new PX, ” jelasnya. Di Batam jenis
vespa yang umumnya digunakan adalah vespa Exel.

Mendapatkan asesoris vespa di Batam masih sangat terbatas, sehingga terkadang Yudi harus mencarinya keluar kota seperti ke Medan dan Bandung. Memilihara mesin vespa juga tidak mahal, namun harus ditangani di bengkel-bengkel khusus vespa. (mer)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: